SMKN Pasirian, 25 Januari 2026 – Semangat ketahanan pangan kembali bergelora di lingkungan SMKN Pasirian. Menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur Jawa Timur, SMKN Pasirian sukses melaksanakan kegiatan “Menanam/Menabur Benih Serentak” sebagai bagian dari Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) Tahun 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata sekolah dalam menjawab isu strategis nasional mengenai ketahanan pangan yang harus diperkuat sejak dari satuan pendidikan.
Kronologi Kegiatan
Antusiasme warga sekolah sudah terlihat sejak siang hari. Agenda dimulai dengan persiapan matang untuk memastikan kelancaran acara:
- Pukul 12.00 WIB: Dilaksanakan Gladi bersih di lokasi lahan sekolah.
- Pukul 14.30 WIB: Pelaksanaan inti penanaman dan penebaran benih serentak dimulai.
Mengapa SIKAP Penting bagi Sekolah Kita?
Program SIKAP hadir dengan visi mewujudkan warga sekolah yang mandiri pangan, berwawasan lingkungan, dan inovatif dalam memanfaatkan lahan terbatas. Sekolah tidak lagi hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi ruang pembelajaran kontekstual yang berdampak nyata.
Melalui kegiatan menanam ini, sekolah berupaya:
- Membangun Karakter & Life Skill: Mengintegrasikan ketahanan pangan ke dalam pembelajaran untuk membentuk karakter siswa yang tangguh.
- Pemanfaatan Lahan: Mengubah lahan kosong atau “lahan tidur” sekolah menjadi media edukasi dan sumber pangan produktif.
- Kewirausahaan: Menumbuhkan jiwa entrepreneurship berbasis pangan lokal bagi siswa.
Apa yang Ditanam?
Sesuai dengan fokus komoditas inovatif SIKAP, pemilihan tanaman didasarkan pada siklus tumbuh yang cepat dan perawatan yang mudah. Beberapa komoditas yang menjadi fokus pengembangan meliputi:
- Sayuran Daun: Seperti kangkung, sawi, dan bayam.
- Sayuran Buah: Termasuk cabai, tomat, dan terong.
- Tanaman Pangan & Toga: Jagung, singkong, hingga tanaman obat keluarga seperti jahe dan kunyit.
Kolaborasi Seluruh Elemen
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras tim pelaksana lapangan. Kelompok Produksi dan Budidaya yang didampingi oleh guru PIPAS dan tenaga caraka memegang peranan kunci dalam memastikan bibit tertanam dengan baik. Sementara itu, dokumentasi kegiatan dikawal oleh tim Promosi & Publikasi dari siswa DKV dan PSPT agar semangat ini bisa tersebar luas.
Ke depannya, hasil panen ini tidak hanya akan dikonsumsi, tetapi juga diolah oleh tim Pascapanen & Kewirausahaan (siswa Bisnis Daring) untuk menjadi produk bernilai ekonomi, seperti keripik bayam atau minuman herbal.
Semoga langkah kecil menanam benih hari ini akan membawa dampak besar bagi kemandirian pangan sekolah dan lingkungan sekitar di masa depan.
Dokumentasi Kegiatan: https://photos.app.goo.gl/d9FhPeoh6ojkyAyt8
